![]() |
| Qaṣīdah Al-Burdah |
Qaṣīdah Al-Burdah Sunda Karya KH. Ahmad Fadhil Ciamis
Qaṣīdah Al-Burdah karya Imam Al-Busiri adalah salah satu mahakarya sastra Islam yang paling populer di dunia. Karya berbahasa Arab ini berbentuk syair pujian indah kepada Nabi Muhammad ï·º, penuh dengan muatan cinta, doa, dan harapan syafa’at. Di berbagai belahan dunia Islam, Burdah dibaca, dihafalkan, bahkan dijadikan wirid, terutama pada momen peringatan Maulid Nabi dan majelis-majelis shalawat.
Di Nusantara, Qaṣīdah Al-Burdah bukan hanya dipelajari dalam bahasa Arab aslinya, tetapi juga diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa daerah agar lebih mudah dipahami. Salah satu terjemahan yang cukup masyhur adalah versi bahasa Sunda yang disusun oleh KH. Haji Ahmad Fadhil dari Ciamis. Dengan kepiawaiannya, beliau berhasil “ngadangdingkeun” atau menadomkan syair Al-Burdah ke dalam bahasa Sunda tanpa kehilangan keindahan makna dan rasa cinta yang terkandung di dalam teks aslinya.
Karya KH. Ahmad Fadhil ini kemudian diterbitkan oleh Toko Kitab Bairut Pasar Ciamis, yang memang dikenal sebagai pusat penerbitan dan distribusi kitab-kitab keislaman di wilayah Priangan Timur. Kehadiran kitab Burdah Sunda ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana ulama pesantren Sunda berusaha menjembatani karya sastra Islam klasik dengan budaya lokal, sehingga pesan cinta Rasul dapat lebih mudah diterima masyarakat.
Dengan gaya bahasa Sunda yang indah dan penuh kekhasan logat lokal, nadoman ini tidak hanya berfungsi sebagai terjemahan, tetapi juga sebagai karya sastra baru yang memiliki nilai estetik tersendiri. Santri, jamaah pengajian, hingga masyarakat awam bisa lebih meresapi makna pujian kepada Nabi ï·º, sebab disampaikan dalam bahasa sehari-hari yang mereka kuasai. Inilah bentuk dakwah kultural yang sangat efektif, di mana keilmuan Islam berpadu harmonis dengan kearifan lokal Sunda.
Hingga kini, Qaṣīdah Al-Burdah Sunda karya KH. Ahmad Fadhil tetap dibaca di pesantren-pesantren dan majelis-majelis shalawat di Jawa Barat. Karya ini menjadi warisan intelektual sekaligus spiritual yang mempererat cinta umat Islam kepada Baginda Rasulullah ﷺ. Dengan adanya terjemahan Sunda ini, masyarakat bisa lebih mudah memahami isi Burdah, sekaligus melestarikan tradisi sastra keislaman khas Nusantara.
Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Qasidah Burdah Terjemahan Bahasa Sunda" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada kritik dan juga saran silahkan untuk memberikan komentar atau tanggapan di kolom komentar untuk perkembangan blog ini


0 Komentar
Silahkan untuk memberikan komentar, dan berilah kami kritik, saran dan kesan.