Kitab I'rab Niat Shaum Ramadhan
I'rab Niat Puasa Ramadhan |
Kelebihan Risalah Kitab ini adalah memberikan I'rab atas setiap bentuk Niat Puasa Ramadhan dari niat yang terpendek sampai Niat yang terpanjang, guna memudahkan bagi siapapun yang mau berniat puasa Ramadhan dengan niat yang ringkas maupun niat yang panjang.
Penjelasan Irab Pembacaan Niat Puasa Ramadhan
Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Ahmad al-Bajuriy (w. 1276 H) dalam 𝑯𝒂𝒔𝒚𝒊𝒚𝒂𝒉 𝒂𝒍-𝑩𝒂𝒋𝒖𝒓𝒊𝒚 𝒂𝒍𝒂 𝑺𝒚𝒂𝒓𝒉𝒊 𝒂𝒍-𝑨𝒍-𝑨𝒍𝒍𝒂𝒎𝒂𝒉 𝑰𝒃𝒏𝒖 𝒂𝒍-𝑸𝒂𝒔𝒊𝒎 𝒂𝒍-𝑮𝒉𝒂𝒛𝒊𝒚, 𝑴𝒂𝒌𝒕𝒂𝒃𝒂𝒉 𝒂𝒔𝒚-𝑺𝒚𝒖𝒓𝒖𝒒 𝒂𝒅-𝑫𝒂𝒖𝒍𝒂𝒉 𝒋𝒖𝒛 2 𝒉𝒂𝒍 186 juga mengatakan:
(قوله: رمضان هذه السنة ) باضافة رمضان الى اسم الاشارة لتكون الاضافة معينة لكونه رمضان هذه السنة وأيضا على عدم الإضافة تكون هذه السنة ظرفا لقوله نويت وهو فاسد لأن ظرف النية اللحظة التي وقعت فيها الليل لا السنة.
Artinya: Pengertian ucapan Mushannif (pengarang kitab matan) “Ramadhan tahun ini” adalah dengan memudhofkan lafadz Ramadhan pada Isim Isyarah (Hadihi as-Sanati) agar tertentu pada Ramadhan tahun itu, sementara ketika lafadz Ramadhan tidak diidhofahkan pada Isim Isyarah, lafadz Hadihi as-Sanati statusnya menjadi Dhoraf bagi lafadz “Nawaitu”, maka terjadi kerusakan makna karena momen dari niat tersebut adalah masa kejadian yang singkat pada malam itu bukan setahun penuh.”
Syaikh Muhammad bin Umar Nawawi al-Bantaniy al-Jawiy dalam kitabnya 𝑲𝒂𝒔𝒚𝒊𝒇𝒂𝒕𝒖 𝒂𝒔-𝑺𝒂𝒋𝒂 𝒇𝒊 𝑺𝒚𝒂𝒓𝒉𝒊 𝑺𝒂𝒇𝒊𝒏𝒂𝒕𝒖 𝒂𝒏-𝑵𝒂𝒋𝒂, 𝑫𝒂𝒓𝒖 𝒂𝒍-𝑲𝒖𝒕𝒖𝒃 𝒂𝒍-𝑰𝒍𝒎𝒊𝒚𝒂𝒉 𝒉𝒂𝒍 16, menambahkan:
(تنبـيه) اعلم أن رمضان
غير منصرف للعلمية إلا إن كان المراد به كل رمضان من غير تعيـين وإذا أريد به ذلك
صرف لأنه نكرة، وبقاء الألف والنون الزائدتين لا يقتضي منعه من الصرف كما قال
الشرقاوي.
(Peringatan) Ketahuilah bahwa lafadz Ramadhan adalah Isim Ghairu Munsharif karena sebagai Isim ‘alam (nama). Kecuali jika yang dimaksudkan dengan lafadz Ramadhan adalah seluruh Ramadhan dengan tanpa menentukan. Apabila yang dimaksud dengan lafadz Ramadhan adalah demikian, maka lafadz Ramadhan menjadi Munsharif (menerima tanwin), karena status lafadz Ramadhan (saat tidak ditentukan) adalah Isim Nakiroh. Sementara masih tetapnya tambahan huruf Alif dan Nun, tidak berpengaruh akan tercegahnya lafadz Ramadhan dari menerima tanwin. Hah ini sebagaimana yang telah dikatakan oleh Syaikh asy-Syarqowi.
Pernyataan Syaikh Nawawi al-Bantaniy ini diperkuat dengan pendapat Syeikh Abul Qosim al-Hariri (w. 516 H) dalam kitabnya yang bernama Bintul Lailah, berupa kalam syair berbahar Rajaz berkata:
وَمِنْهُ مَا جَاءَ عَلٰى فَعْلَانَا ۞ عَلَى اخْتِلَافِ فَائِهِ أَحْيَانَا
Dan termasuk isim Ghoiru Munshorif adalah lafadz yang datang mengikuti wazan فَعْلَانُ • dengan harakat yang berbeda-beda pada fa’ fi’il-nya sewaktu-waktu.
تَقُوْلُ مَرْوَانُ أَتٰى كِرْمَانَا ۞ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ عَلٰى عُثْمَانَا
Engkau berkata: “Marwan mendatangi si Kirman” • “Dan rahmat Allah semoga tercurah pada Utsman”.
فَهٰذِهِ إِنْ عُرِفَتْ لَمْ تَنْصَرِفْ ۞ وَمَا أَتٰى مُنَكَّرًا مِنْهَا صُرِفْ
Maka kalimat isim yang mengikuti wazan فَعْلَانُ ini, jika dibuat isim Ma’rifat, tidak boleh dibaca tanwin atau Ghairu Musharif • sedangkan kalimat yang datang dalam bentuk isim Nakiroh dari kalimat tersebut, boleh dibaca tanwin atau Munsharif.
Namun ada pendapat dari sebagian ulama yang dikutip Syaikh Sulaiman bin Umar bin Manshur al-‘Ujailiy al-Mishriy (w. 1204 H) atau yang dikenal dengan sebutan al-Jamal dalam kitabnya 𝑯𝒂𝒔𝒚𝒊𝒚𝒂𝒉 𝒂𝒍-𝑱𝒂𝒎𝒂𝒍 𝑺𝒚𝒂𝒓𝒉𝒖 𝒂𝒍-𝑴𝒊𝒏𝒉𝒂𝒋, 𝑫𝒂𝒓𝒖 𝒂𝒍-𝑲𝒖𝒕𝒖𝒃 𝒂𝒍-𝑰𝒍𝒎𝒊𝒚𝒂𝒉 𝒋𝒖𝒛 3 𝒉𝒂𝒍 412, mengatakan:
وقال بعضهم إن جررت رمضان بالكسر جررت السنة وإن جررته بالفتح نصبت السنة وحينئذ فنصبها على القطع وعليه ففي إضافة رمضان إلى ما بعده نظر لأن العلم لا يضاف فليتأمل ا ﻫـ برماوي
Artinya: “Dan sebagian ulama mengatakan: Jika lafadz Ramadhan dijerkan dengan menggunakan tanda harakat Kastroh, maka lafadz as-Sanah juga harus dijerkan. Sebaliknya jika lafadz Ramadhan dijerkan dengan menggunakan tanda harakat Fathah, maka lafadz as-Sanah harus dinashibkan. Dengan begitu, memudhofkan lafadz Ramadhan pada lafadz setelahnya perlu dipertimbangkan lagi karena Isim ‘Alam tidak boleh dimudhofkan. Fikirkanlah, sebagaimana catatan yang tulis Syaikh Barmawiy.”
0 Response to "Kitab I'rab Niat Shaum Ramadhan"
Posting Komentar
Silahkan untuk memberikan komentar, dan berilah kami kritik, saran dan kesan.