Bekal Menyambut Bulan Suci Ramadhan (Dr. H. Kholilurrohman)


Menyambut Tamu Agung: Menata Hati Menjelang Ramadhan


Bulan suci Ramadhan kini sudah berada tepat di hadapan kita, membawa aroma keberkahan yang telah lama dirindukan. Mari kita sambut kedatangan "tamu mulia" ini dengan kehangatan jiwa dan persiapan yang paling tulus. Perlu kita renungkan betapa para ulama salaf terdahulu sangat memuliakan bulan ini; mereka senantiasa berdoa selama enam bulan penuh hanya agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan, lalu menghabiskan enam bulan berikutnya bersimpuh memohon agar amal ibadah mereka diterima oleh Allah SWT.

Seandainya kita benar-benar menyadari kedahsyatan rahasia dan keistimewaan yang tersembunyi di dalam Ramadhan, niscaya setiap mukmin akan berharap agar sepanjang tahun adalah bulan puasa. Kabar gembira ini begitu eksklusif: pintu-pintu surga dibuka lebar, pintu neraka ditutup rapat, dan para pemuka setan dibelenggu tak berdaya. Keistimewaan spiritual seperti ini tidak akan pernah kita temukan di bulan-bulan lainnya, menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri yang tak tertandingi.

Barangsiapa yang mengisi hari-harinya dengan kesalehan, maka ia telah mengikat diri pada rahmat Allah yang sangat luas. Sebaliknya, sungguh malang mereka yang membiarkan hari-hari Ramadhan berlalu begitu saja tanpa makna, karena mereka telah melewatkan sebuah kebaikan agung yang belum tentu bisa ditemui lagi di masa depan. Kita diingatkan oleh nasihat mendalam Khalifah Umar bin Abdul Aziz bahwa manusia tidak diciptakan sia-sia; ada hari pembalasan di mana setiap jejak langkah kita akan dihisab dengan seadil-adilnya.

Beliau pernah berpesan dengan penuh haru bahwa sangatlah merugi orang yang menyia-nyiakan rahmat seluas langit dan bumi, namun gagal mendapatkan tempat di surga. Di tengah hiruk-pikuk dunia, kita sering lupa bahwa maut senantiasa mengintai dan generasi akan terus berganti. Setiap hari kita menyaksikan orang-orang berpulang ke haribaan-Nya, maka bertaqwalah sebelum kesempatan itu tertutup. Nasihat ini bukan sekadar kata-kata, melainkan pengingat bahwa dosa-dosa yang tidak kita sadari seringkali jauh lebih banyak daripada yang kita ketahui.

Ramadhan adalah masa "perdagangan yang paling menguntungkan" bagi jiwa manusia. Jika di bulan yang penuh obral pahala ini kita masih gagal mendapatkan keberuntungan spiritual, lantas di bulan mana lagi kita bisa berharap untuk beruntung? Keuntungan besar tidak datang secara instan, melainkan diraih melalui usaha keras, kesabaran dalam menahan lapar, dan ketulusan dalam menghidupkan malam-malamnya. Jangan biarkan kesempatan berharga ini menguap menjadi sekadar rutinitas tanpa bekas.

Oleh karena itu, persiapan diri adalah kunci utama. Kita adalah makhluk yang sering terjebak dalam kerugian, namun Allah memberikan "jalan pintas" berupa Ramadhan untuk memperbaiki neraca amal kita. Persiapkanlah bekal ilmu dan mental yang cukup agar kita tidak hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Jadikan bulan ini sebagai medan perjuangan untuk meraih ridha-Nya, sehingga saat Ramadhan berpamitan nanti, kita telah menjelma menjadi pribadi yang lebih suci dan tangguh.

Hadirnya panduan atau buku tentang ibadah puasa ini diharapkan mampu menjadi lentera penjelas bagi penulis, keluarga, dan seluruh umat Islam dalam menjalankan ibadah secara benar. Pengetahuan adalah kompas agar setiap sujud dan puasa kita sesuai dengan syariat. Semoga segala peluh dan ruku' kita di bulan suci ini berbuah ridha Allah serta menjadi simpanan pahala yang menyelamatkan kita di akhirat kelak. Amin ya Rabbal 'Alamin.


DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Bekal Menyambut Bulan Suci Ramadhan (Dr. H. Kholilurrohm)" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada kritik dan juga saran silahkan untuk memberikan komentar atau tanggapan di kolom komentar untuk perkembangan blog ini

0 Komentar

Silahkan untuk memberikan komentar, dan berilah kami kritik, saran dan kesan.