Terjemah Daf’u Syubah at-Tasybih Bi Akaff at-Tanzih (Ibnu Jauzy)


Meluruskan Sejarah: Mengenal Ibnul Jawzi dan Ibnu Qayyim al-Jawziyyah


Dalam mengawali pembacaan terhadap kitab Daf’u Syubah at-Tasybih Bi Akaff at-Tanzih, pembaca perlu memahami sebuah catatan krusial mengenai identitas penulisnya. Penting untuk ditegaskan bahwa Ibnul Jawzi—sang penulis kitab ini—adalah sosok yang berbeda total dengan Ibnu Qayyim al-Jawziyyah. Meski memiliki kemiripan nama, keduanya hidup di era yang berbeda dan mewakili tradisi pemikiran yang sangat kontras. Ibnul Jawzi adalah ulama besar Ahlussunnah yang teguh pada prinsip penyucian sifat Tuhan (tanzih), sementara Ibnu Qayyim dikenal sebagai murid setia Ibnu Taimiyah yang mengusung paham cenderung ekstrim dan seringkali dianggap menyerupakan Allah dengan makhluk (tasybih).

Ibnul Jawzi, atau Jamaluddin Abu al-Faraj Abdurrahman al-Baghdadi, merupakan sosok ulama multidisipliner yang lahir pada tahun 510 H dan wafat tahun 597 H. Beliau dikenal sebagai seorang Hafizh (ahli hadis), ahli tafsir, ahli hukum (faqih), hingga ahli sejarah yang juga menempuh jalan sufi yang zuhud dan wara'. Kedalaman ilmunya terpancar dari puluhan karya monumental seperti Zad al-Masir dalam bidang tafsir, Talbis Iblis yang fenomenal, hingga kitab Daf’u Syubah yang ada di tangan Anda sekarang, yang secara khusus ditulis untuk membela akidah Islam dari noda antropomorfisme.

Sebaliknya, Ibnu Qayyim al-Jawziyyah (lahir 691 H - wafat 751 H) adalah pengikut setia yang mengambil setiap jengkal pemikiran teologi dari gurunya, Ibnu Taimiyah. Dalam catatan sejarah, Ibnu Qayyim dipandang sebagai sosok yang sangat kompeten dalam bidang hadis dan fiqih, namun memiliki kecenderungan untuk merasa paling benar dan sangat nekad dalam mempertahankan pendapatnya sendiri. Karena fanatisme dan kegigihannya membela setiap fatwa gurunya, Ibnu Qayyim bahkan harus beberapa kali mendekam di penjara dan mengalami penghinaan di depan publik, seperti diarak keliling di atas unta.

Kesaksian para ulama terkemuka mempertegas kontroversi seputar sosok Ibnu Qayyim. Al-Hafizh Ibn Hajar al-Asqalani mencatat bahwa Ibnu Qayyim tidak sedikit pun keluar dari bayang-bayang pendapat Ibnu Taimiyah, bahkan berperan besar dalam menyeleksi dan menyebarluaskan karya-karya gurunya yang kontroversial. Sementara itu, Ibn Katsir menceritakan perdebatan hebat antara Ibnu Qayyim dengan Hakim Agung Taqiyuddin as-Subki terkait masalah hukum talak (cerai). Gaya penulisannya yang sangat mendetail seringkali dianggap "dibuat-buat" demi mendukung agenda teologis gurunya.

Salah satu poin penyimpangan yang paling disoroti oleh para ulama adalah pandangan Ibnu Qayyim mengenai ziarah makam para Nabi. Mengikuti jejak gurunya, ia mengharamkan perjalanan jauh yang diniatkan khusus untuk menziarahi makam Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad ﷺ. Keyakinan ini dianggap sangat ekstrim oleh mayoritas ulama Syafi'iyah, bahkan dikisahkan bahwa Ibnu Qayyim hampir saja dihakimi massa di wilayah Nablus, Palestina, karena secara terang-terangan melarang orang-orang menziarahi makam Rasulullah di tengah majelis nasihat yang ia pimpin.

Kekakuan sikap Ibnu Qayyim juga terlihat dalam perselisihannya dengan Al-Hafizh Taqiyuddin as-Subki mengenai masalah perlombaan berhadiah. Ia sempat mendapatkan tekanan hukum dan akhirnya terpaksa menarik kembali pendapatnya setelah sebelumnya mengingkari pandangan Imam as-Subki secara keras. Hal ini menggambarkan betapa berbedanya karakter intelektual antara Ibnu Qayyim yang cenderung eksklusif dengan para ulama moderat di masanya, yang memegang teguh tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah yang telah mapan selama berabad-abad.

Sebagai penutup, memahami perbedaan kedua tokoh ini sangatlah vital agar pembaca tidak salah dalam menyandarkan sebuah akidah. Membaca karya Ibnul Jawzi dalam Daf’u Syubah adalah upaya untuk kembali ke jalan para ulama Salaf yang menyucikan Allah dari segala keserupaan dengan makhluk. Semoga buku terjemahan ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi kita semua untuk menjaga kemurnian tauhid dan menghindari kerancuan berpikir yang dibawa oleh paham-paham ekstrim di masa lalu maupun masa kini. Amin.


DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Daf’u Syubah at-Tasybih Bi Akaff at-Tanzih (Ibnu Jauzy)" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada kritik dan juga saran silahkan untuk memberikan komentar atau tanggapan di kolom komentar untuk perkembangan blog ini

0 Komentar

Silahkan untuk memberikan komentar, dan berilah kami kritik, saran dan kesan.