Terjemah Tuhfat Al-Futhul Fi Tamhid Al-Usul Fi Ilm Al-Bihar


Astronomi Sulaiman Al-Mahri: Kitab Asas-asas Ilmu Laut, Pelayaran, Ombak, Angin, Falak dan Bintang


Segala puji bagi Allah yang telah memberikan waktu dan kesempatan berharga bagi saya untuk menyelesaikan satu lagi proyek penerjemahan manuskrip Arab klasik ke dalam bahasa Melayu. Karya yang kini berada di hadapan Anda bukan sembarang teks; ia adalah sebuah permata sejarah yang tersimpan rapi di British Library. Berkat kecanggihan teknologi masa kini, akses terhadap naskah ini menjadi sangat dekat melalui Qatar Digital Library (www.qdl.qa), di mana siapa pun dapat mengunduh versi digitalnya untuk diteliti lebih lanjut.

Pencetus utama di balik semangat saya untuk menerjemahkan karya ini bermula dari rasa penasaran yang mendalam. Saat menelusuri baris-baris kalimatnya, saya menemukan nama Sumatra disebutkan di dalamnya. Penemuan kecil itu seketika menjadi magnet yang kuat. Saya masih ingat betul, proses penerjemahan ini dimulai pada Selasa, 17 Oktober 2017, pukul 10:42 pagi. Siapa sangka, meski naskahnya tergolong tipis, dibutuhkan waktu satu tahun penuh hingga akhirnya saya bisa menyelesaikannya malam ini.

Tantangan terbesar dalam proyek ini bukanlah jumlah halaman, melainkan kedalaman isinya. Kitab ini merupakan sebuah gabungan disiplin ilmu yang sangat kompleks, mulai dari Ilmu Bintang (Falak), Geografi, hingga Ilmu Pelayaran. Setiap paragrafnya sarat dengan terminologi maritim kuno yang jarang kita dengar di zaman modern. Meskipun saya bukan seorang ahli di bidang sains samudera, saya tetap memberanikan diri untuk menerjemahkannya demi memperkenalkan sosok hebat di baliknya kepada khalayak ramai.

Tokoh sentral dalam karya ini adalah Sulaiman Al-Mahri, seorang ilmuwan dan navigator ulung yang hidup pada kurun ke-16 Masihi. Melalui upaya terjemahan yang sederhana ini, saya berharap pembaca berbahasa Melayu dapat mengenal lebih dekat pemikiran Al-Mahri yang telah mewarnai peta keilmuan maritim dunia. Ini adalah sebuah upaya untuk menjembatani masa lalu yang agung dengan pemahaman kita di masa kini, agar warisan intelektual tersebut tidak hilang ditelan zaman.

Dengan segala kerendahan hati, saya mengakui bahwa terjemahan ini masih jauh dari kata sempurna. Jika pembaca menemukan pilihan kata yang kurang tepat, istilah teknis yang tidak akurat, atau kelemahan struktural lainnya, saya memohon agar tidak ditertawakan. Saya sadar akan keterbatasan diri saya dalam bidang ilmu falak dan pelayaran. Oleh karena itu, saya menganggap karya ini sebagai sebuah "pembuka jalan" yang mengundang kritik dan saran dari mereka yang lebih ahli.

Harapan besar saya adalah agar di masa depan, ada pakar yang benar-benar memahami seluk-beluk navigasi kuno dan astronomi bersedia melakukan koreksi serta menyempurnakan terjemahan ini. Ilmu pengetahuan adalah sebuah proses estafet yang tak pernah berhenti. Biarlah upaya awal saya ini menjadi bahan mentah yang nantinya dapat dipoles kembali oleh tangan-tangan yang lebih mahir, demi tegaknya akurasi sejarah dan khazanah keilmuan bangsa kita.

Terakhir, saya ingin menyampaikan apresiasi yang setulusnya kepada pihak Baytul Hikma, khususnya kepada saudara Naseer Sobree. Beliau adalah sosok yang banyak membantu dalam proses penerbitan berbagai hasil terjemahan saya selama ini. Sebagai bentuk dedikasi kepada para pecinta ilmu, terjemahan ini saya persembahkan sebagai hadiah yang dapat diunduh secara cuma-cuma melalui Baytul Hikma. Semoga usaha kecil ini memberikan manfaat yang luas bagi kita semua.


DOWNLOAD

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Tuhfat Al-Futhul Fi Tamhid Al-Usul Fi Ilm Al-Bihar" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada kritik dan juga saran silahkan untuk memberikan komentar atau tanggapan di kolom komentar untuk perkembangan blog ini

0 Komentar

Silahkan untuk memberikan komentar, dan berilah kami kritik, saran dan kesan.