Menjaga kemurnian akidah merupakan kewajiban fundamental bagi setiap Muslim agar arah ibadah harian tetap berada di atas jalur yang benar. Buku "Aqidah Mukmin" hadir sebagai sebuah karya penting yang merangkum hasil transkrip kuliah-kuliah usuluddin dan fardhu ain yang telah disampaikan sekian lama. Dibukukannya materi-materi krusial ini merupakan jawaban atas permintaan banyak pihak, dengan tujuan mulia agar mutiara ilmu yang telah dikuliahkan selama lebih dari 20 tahun tidak hilang percuma begitu saja, melainkan dapat bertebar menjadi khazanah keilmuan yang diabadikan oleh umat di seluruh pelosok dunia.
Secara materi, buku ini mengupas tuntas usuluddin dengan merujuk langsung pada naskah teks yang sangat terkenal di Nusantara, yaitu Kitab Risalah Tauhid tulisan Jawi keluaran Jabatan Agama Negeri Johor. Kitab legendaris tersebut telah menjadi buku teks resmi dan bahan rujukan utama di sekolah-sekolah agama, khususnya di wilayah Johor, Selangor, Melaka, Wilayah Persekutuan, hingga berkembang luas ke Brunei dan Singapura sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Penggunaan kitab risalah ini yang bertahan hingga hari ini membuktikan betapa kuatnya metodologi penyampaian ilmu tauhid yang dikandungnya.
Dalam membedah anatomi akidah, buku ini secara konsisten menerapkan manhaj atau kaedah yang dibangun oleh Syeikh Abul Hassan Al-Asy'ari. Beliau adalah tokoh ulama mujaddid (pembaharu) yang agung di awal kurun ketiga Hijrah, yang berhasil memecah tradisi zamannya dengan memadukan dalil Al-Qur'an serta diperteguh oleh hujah dalil akal (logika teologis). Metodologi emas inilah yang selama ribuan tahun diterima secara mutlak sebagai manhaj akidah oleh empat mazhab fikih Ahli Sunnah Wal Jamaah (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali) di seluruh dunia.
Di panggung domestik, manhaj Asy'ariyah ini telah mendarat menjadi akidah umum bagi mayoritas mutlak umat Islam di Malaysia, serta diajarkan secara terstruktur di sekolah agama kerajaan, swasta, hingga institusi pondok tradisional. Kaedah ini juga menjadi pegangan resmi seluruh pejabat agama negeri di Malaysia, dengan satu pengecualian wilayah konvensional. Namun, keharmonisan akidah ini mulai menghadapi tantangan di akhir-akhir ini akibat masuknya pengaruh luar yang berusaha mengaburkan struktur tauhid yang telah mapan.
Sejak berdirinya kerajaan tertentu di Timur Tengah sekitar 80 tahun yang lampau, mulai muncul penetrasi paham baru yang menolak keras metodologi Syeikh Abul Hassan Al-Asy'ari. Kelompok ini dengan penuh keangkuhan melabeli metodologi teologis Asy'ariyah sebagai perbuatan bid'ah, sebuah tuduhan serius yang secara tidak langsung menuding mayoritas ulama dan pengikut Ahli Sunnah Wal Jamaah lintas abad berada dalam kesesatan. Suara-suara sumbang ini bahkan mulai kedengaran diadopsi oleh segelintir oknum di wilayah Kelantan, sehingga memicu kontroversi dan gejolak pemikiran yang hebat di kalangan guru-guru pondok.
Oleh karena itu, kehadiran buku Aqidah Mukmin ini memikul misi strategis yang sangat besar dalam konstelasi pemikiran Islam kontemporer. Selain bertindak sebagai panduan bagi kaum mukminin untuk mendalami fardhu ain, buku ini secara praktis berfungsi sebagai "perisai spiritual" (scud) yang efektif untuk menolak, membendung, dan mematahkan argumen radikal dari paham luar tersebut. Melalui hujah-hujah yang runtut di dalam buku ini, umat Islam tidak akan mudah goyah atau jatuh mental saat ditembak dengan tuduhan-tuduhan bid'ah dan sesat yang sewenang-wenang.
Guna memastikan pesan yang dibawa dapat meresap sempurna ke dalam dada masyarakat luas, isi buku ini sengaja mempertahankan gaya bahasa percakapan lisan asli sewaktu kuliah disampaikan. Format penulisan yang membumi ini membuat topik usuluddin yang biasanya terkesan berat menjadi sangat ramah dan mudah dipahami oleh pembaca awam. Buku ini ditutup dengan dedikasi pahala yang tulus kepada kedua orang tua, para guru, semua pihak yang berjasa, serta dihadiahkan secara khusus untuk gurunya, pengasas Aurad Muhammadiah, Sayidi Syeikh Muhammad bin Abdullah As-Suhaimi.
Sebagai penutup, mari kita jadikan buku Aqidah Mukmin ini sebagai benteng pertahanan ilmu di dalam rumah kita masing-masing guna menjaga keselamatan akidah keluarga. Memahami tauhid yang lurus adalah modal utama untuk meraih keselamatan di dunia maupun di akhirat kelak. Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni segala kekhilafan kita, meridai ikhtiar ilmiah ini, serta menjauhkan kita dan seluruh generasi penerus dari kepungan paham-paham yang dapat memecah belah persatuan ukhuwah Islamiyah. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Buku Aqidah Mukmin Lengkap 3 Jilid
Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Buku Aqidah Mukmin Lengkap 3 Jilid" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada kritik dan saran silahkan untuk memberikan komentar atau tanggapan di kolom komentar dan kami memohon bila ada rezeki lebih silahkan untuk BERDONASI demi perkembangan blog ini



0 Komentar
Silahkan untuk memberikan komentar, dan berilah kami kritik, saran dan kesan.