100 Hujjah Aswaja yang Dituduh Bid'ah, Sesat, & Kafir - Ma'ruf Khozin

100 Hujjah Aswaja

100 Hujjah Aswaja: Benteng Amaliah Kita dari Tuduhan Bid'ah dan Sesat


Sebagai pengikut mayoritas umat Nabi Muhammad ﷺ, Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) nggak pernah sepi dari ujian. Sejak ribuan tahun silam, akidah dan amaliah kita terus digoyang. Hebatnya, Aswaja tetap kokoh bertahan. Tapi realitas sekarang makin memprihatinkan; tuduhan bid’ah, sesat, bahkan kafir sengaja ditiupkan untuk menggembosi amaliah warga kita di kampung-kampung.

Buku "100 Hujjah Aswaja yang Dituduh Bid'ah, Sesat, & Kafir" ini hadir sebagai jawaban ilmiah. Isinya membedah dalil kuat di balik amaliah kita yang sering diserang kelompok sebelah, seperti shalat Tarawih lebih dari 11 rakaat, adzan dua kali saat shalat Jumat, hingga masalah tawassul. Padahal, kalau mau jujur mutalaah sejarah, perkara yang mereka kecam itu sebagian besar adalah ketetapan resmi sejak zaman para sahabat nabi.

Menghadapi serangan masif ini, kita nggak boleh tinggal diam atau cari aman. Rasulullah ﷺ sendiri sudah mengingatkan kita dalam sebuah hadits riwayat al-Uqaili dari Jabir RA:

“Jika golongan terakhir umat ini melaknat terhadap golongan terdahulu (para sahabat), maka barang siapa yang memiliki ilmu hendaklah ia mengungkapkannya. Sebab orang yang menyembunyikan ilmu saat itu, sama seperti orang yang menyembunyikan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ.”

Hadits ini menjadi pelecut semangat bagi para santri dan kiai untuk berani memunculkan hujjah dan meluruskan sejarah.

Peran Strategis Aswaja NU Center

Nahdlatul Ulama (NU) sejak awal berdiri memang menjadi wadah perjuangan untuk menjaga warisan ulama salaf. Nah, sebagai langkah taktis di lapangan, PWNU Jawa Timur sejak tahun 2011 sudah membentuk perangkat khusus bernama Aswaja NU Center. Lembaga ini fokus melakukan kajian mendalam, edukasi, sekaligus pembelaan terhadap ajaran Aswaja.

Saat ini, kepengurusan Aswaja NU Center alhamdulillah sudah disahkan di hampir seluruh PCNU se-Jawa Timur. Harapan besarnya, perangkat ini bisa segera diadopsi secara resmi menjadi lembaga struktural dari tingkat pusat hingga ke seluruh cabang se-Indonesia. Langkah ini sangat mendesak karena gerakan purifikasi sebelah sudah mulai menyusup ke masjid-masjid kampung, perumahan, hingga perkantoran.

Buku 100 Hujjah ini ditulis dengan format yang ringkas, to the point, dan sangat scannable. Setiap bab langsung menyandingkan tuduhan mereka dengan dalil pembanding dari Al-Qur'an, hadits sahih, dan aqwal ulama mu'tabar. Model tulisan begini ampuh menghilangkan waswas di hati jamaah awam sekaligus jadi amunisi praktis buat temen-temen santri yang bertugas sebagai khatib atau guru ngaji.

Senjata Dakwah untuk Menjaga Kampung Halaman

Gaya bahasa di dalam buku ini simpel dan tidak berbelit-belit. Kita diajak cerdas membaca peta konflik pemikiran tanpa harus ikut-ikutan kasar. Buku ini jadi solusi konkret buat benteng pertahanan akidah keluarga di rumah agar tidak mudah minder atau goyah saat amaliah yasinan, tahlilan, dan manaqiban kita disebut tidak ada dalilnya.

Mengkaji buku ini adalah investasi ilmu yang sangat penting untuk merawat grafik keimanan dan keistiqamahan kita di garis perjuangan para kiai. Semoga dengan memahami 100 hujjah ini, kita semua dianugerahi kejernihan berpikir, ketetapan iman yang hanif, serta keselamatan di dunia dan akhirat bawah naungan rida Allah SWT. Aamiin.


DOWNLOAD
مِائَةُ حُجَّةٍ لِأَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ مِمَّا اتُّهِمُوا بِالْبِدْعَةِ وَالضَّلَالَةِ وَالْكُفْرِ، لِمَعْرُوفٍ خَازِنٍ

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "100 Hujjah Aswaja yang Dituduh Bid'ah, Sesat, & Kafir - Ma'ruf Khozin" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada kritik dan saran silahkan untuk memberikan komentar atau tanggapan di kolom komentar dan kami memohon bila ada rezeki lebih silahkan untuk BERDONASI demi perkembangan blog ini

0 Komentar

Silahkan untuk memberikan komentar, dan berilah kami kritik, saran dan kesan.