Risalah Pertelaan Haidh, Nifas, dan Istihadhah

Pertelaan Haidh Nifas

Risalah Pertelaan Haidh, Nifas, dan Istihadhah: Panduan Fikih Kewanitaan Beraksara Pegon Sunda


Memahami hukum darah kewanitaan merupakan kewajiban mutlak (fardhu 'ain) bagi setiap muslimah, mengingat status kesucian menjadi syarat sah berbagai ritual ibadah pokok dalam Islam. Dalam khazanah literatur pesantren tradisional di tatar Sunda, risalah bertajuk Pertelaan Haidh, Nifas, dan Istihadhah yang ditulis dengan aksara Pegon berbahasa Sunda ini hadir sebagai pedoman praktis yang membedah hukum-hukum darah tersebut secara terperinci. Kitab ini menegaskan bahwa setiap perempuan wajib mengetahui dan memahami aturan hukum terkait darah haid, nifas, serta istihadhah karena kondisi fisik dan biologis tersebut adalah amanah langsung dari Allah SWT.

Kewajiban mempelajari persoalan darah ini memiliki dampak hukum yang sangat luas terhadap keabsahan ibadah harian seorang hamba. Sebagaimana ditegaskan dalam teks mukadimahnya, ketidaktahuan atau kekeliruan dalam mengurus persoalan darah berisiko mendatangkan kecelakaan besar dan dosa di hadapan Allah SWT. Masalah haid berjalin kelindan secara langsung dengan bab salat, bab puasa (shaum), bab bersuci (sesuci/thaharah), bab talak, hingga penentuan masa idah ('iddah) seorang istri. Tanpa pemahaman aturan yang benar, seorang wanita rentan terjerumus pada pelanggaran syariat, baik beribadah dalam keadaan berhadas besar maupun meninggalkan kewajiban saat darah telah suci.

Pendekatan bahasa Sunda beraksara Pegon yang digunakan dalam risalah ini menjadi nilai strategis yang mempermudah proses transmisi keilmuan di kalangan santri dan masyarakat pedesaan. Format lokal ini menjembatani istilah-istilah fikih klasik yang rumit dari kitab-kitab induk agar lebih mudah dicerna dan dipraktikkan oleh para santriwati. Penjelasan mengenai kedudukan hukum (dudukan hukumna) disajikan secara terstruktur agar pembaca dapat membedakan secara tegas mana darah kebiasaan yang menghalangi ibadah dan mana darah penyakit yang tetap mewajibkan salat.

Melalui ketekunan menelaah buku ini (kucara nyobi maca ieu buku), para pembaca dibimbing langkah demi langkah untuk menguasai batas minimal (aqallu), masa kebiasaan (ghalib), hingga batas maksimal (aktsaru) keluarnya darah. Pemaparan yang tuntas mengenai sifat-sifat darah dan perhitungannya bertujuan memberikan ketenteraman batin (tapis) bagi kaum wanita dalam merawat keabsahan ibadahnya sehari-hari. Risalah ringkas ini berfungsi sebagai pegangan darurat sekaligus modul pengajaran dasar di madrasah diniyah maupun majelis taklim kaum ibu.

Secara keseluruhan, kitab Pertelaan Haidh, Nifas, dan Istihadhah adalah warisan intelektual pesantren yang sarat nilai kepedulian terhadap kemaslahatan ibadah kaum muslimah. Mempelajari dan menyebarluaskan risalah ini merupakan ikhtiar nyata dalam menjaga kesucian syiar Islam serta melestarikan tradisi literasi aksara Pegon Nusantara. Karya ini sangat direkomendasikan bagi para santri, pengajar fikih wanita, dan setiap muslimah yang ingin memastikan seluruh rangkaian ibadahnya senantiasa berada di atas garis hukum yang diridai oleh Allah SWT.


DOWNLOAD
رِسَالَةٌ فِي بَيَانِ أَحْكَامِ الْحَيْضِ وَالنِّفَاسِ وَالِاسْتِحَاضَةِ بِاللُّغَةِ السُّنْدِيَّةِ

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Risalah Pertelaan Haidh, Nifas, dan Istihadhah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada kritik dan saran silahkan untuk memberikan komentar atau tanggapan di kolom komentar dan kami memohon bila ada rezeki lebih silahkan untuk BERDONASI demi perkembangan blog ini

0 Komentar

Silahkan untuk memberikan komentar, dan berilah kami kritik, saran dan kesan.

Adblock Terdeteksi!

Mohon nonaktifkan pemblokir iklan (Adblock / Private DNS) di HP Anda untuk membaca artikel ini.