Terjemah Matan Al-Kharīdah al-Bahiyyah

Al-Kharīdah al-Bahiyyah

Terjemah Matan Al-Kharīdah al-Bahiyyah: Mutiara Ringkas Ilmu Tauhid dan Tasawuf


Menyelami pondasi dasar keyakinan seorang muslim sering kali memerlukan panduan yang ringkas namun padat makna. Kitab Al-Kharīdah al-Bahiyyah fī al-‘Aqā’id at-Tawḥīdiyyah yang disusun oleh ulama terkemuka, Syekh Abu al-Barakat Ahmad bin Muhammad ad-Dardir (1127–1201 H), hadir sebagai salah satu rujukan teologi Islam berhaluan Asy'ariyah. Mengambil bentuk nazam atau syair berirama, bait-baitnya tersusun ringkas (lathifah shagirah fil-hajmi) namun memuat pemahaman ilmu akidah yang sangat mendalam dan luas (kabirah fil-‘ilmi).

Pada bagian awal penjelasannya, Syekh ad-Dardir meletakkan pondasi rasional melalui tiga klasifikasi hukum akal: wajib, mustahil, dan jaiz. Dari pijakan dasar ini, setiap mukalaf diarahkan untuk memahami hakikat ketuhanan dengan mengenali sifat wajib Allah yang diawali dari sifat wujud sebagai sifat nafsiyyah. Logika berpikir teologis dibangun secara tertata; bahwa keberadaan alam semesta yang selalu mengalami perubahan merupakan bukti konkret akan adanya Sang Pencipta yang Maha Qadim (terdahulu tanpa awal) dan Maha Berdiri Sendiri.

Kitab ini merangkum rumusan sifat-sifat Allah secara terstruktur, mulai dari sifat salbiyyah (seperti qidam, baqa, dan wahdaniyyah) hingga tujuh sifat ma'ani yang meliputi ilmu, hayat, qudrah, iradah, kalam, sama', dan bashar. Di samping itu, penulis juga menegaskan batasan teologis Ahlussunnah wal Jama'ah dengan menolak paham kausalitas alami tanpa campur tangan Ilahi, serta menguraikan keterkaitan (ta'alluq) antara kehendak mutlak Allah dengan seluruh kemungkinan ciptaan-Nya di alam semesta.

Tidak hanya berfokus pada sifat-sifat ketuhanan, nazam ini turut merangkum sendi-sendi kenabian (nubuwwat) dan perkara gaib (sam'iyyat). Sifat para utusan Allah yang amanah, jujur, menyampaikan wahyu, dan cerdas dipaparkan berdampingan dengan kewajiban meyakini peristiwa eskatologi. Pembaca diajak untuk mengimani kepastian adanya hari hisab, padang mahsyar, timbangan amal (mizan), jembatan shirat, telaga rasul, hingga kenikmatan melihat Allah kelak di surga.

Sebagai penutup, Syekh ad-Dardir memadukan kesucian tauhid dengan amalan tasawuf dan tazkiyatun nufus. Seluruh pokok keyakinan tersebut dikembalikan pada intisari kalimat tauhid yang hendaknya terus dibaca dengan penuh adab. Pembaca dinasihati untuk senantiasa mendahulukan rasa takut (khauf) di atas pengharapan (raja'), memperbarui tobat, berpasrah diri pada qadha dan qadar, serta menghidupkan waktu sahur dengan zikir dan muraqabah demi meraih derajat kesempurnaan batin.


DOWNLOAD
تَرْجَمَةُ مَتْنِ الْخَرِيدَةِ الْبَهِيَّةِ

Itulah tulisan kami tentang ulasan dan review "Terjemah Matan Al-Kharīdah al-Bahiyyah" semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain dan jika ada kritik dan saran silahkan untuk memberikan komentar atau tanggapan di kolom komentar dan kami memohon bila ada rezeki lebih silahkan untuk BERDONASI demi perkembangan blog ini

0 Komentar

Silahkan untuk memberikan komentar, dan berilah kami kritik, saran dan kesan.

Adblock Terdeteksi!

Mohon nonaktifkan pemblokir iklan (Adblock / Private DNS) di HP Anda untuk membaca artikel ini.